Mungkin anda sudah sering mendengar istilah Malware, namun kurang tahu maknanya.
‘Malware” adalah program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan utama mencari kelemahan software. Umumnya Malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating sistem.
Contoh dari malware adalah Virus, Worm, Wabbit, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Backdoor, Dialer, Exploit dan rootkit .
Virus
Inilah istilah yang sering dipakai untuk seluruh jenis perangkat lunak yang mengganggu computer. Bisa jadi karena inilah tipe malware pertama yang muncul.
Virus bisa bersarang di banyak tipe file. Tapi boleh dibilang, target utama virus adalah file yang bisa dijalankan seperti EXE, COM dan VBS, yang menjadi bagian dari suatu perangkat lunak. Boot sector juga sering dijadikan sasaran virus untuk bersarang. Beberapa file dokumen juga bisa dijadikan sarang oleh virus.
Penyebaran ke komputer lain dilakukan dengan bantuan pengguna komputer. Saat file yang terinfeksi dijalankan di komputer lain, kemungkinan besar komputer lain itu akan terinfeksi pula. Virus mencari file lain yang bisa diserangnya dan kemudian bersarang di sana.
Bisa juga virus menyebar melalui jaringan peer-to-peer yang sudah tak asing digunakan orang untuk berbagi file.
Worm
Worm alias cacing, begitu sebutannya. Kalau virus bersarang pada suatu program atau dokumen, cacing-cacing ini tidak demikan. Cacing adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk menyebarkan diri.
Hebatnya lagi, cacing bisa saja tidak memerlukan bantuan orang untuk penyebarannya. Melalui jaringan, cacing bisa “bertelur” di komputer-komputer yang terhubung dalam suatu kerapuhan (vulnerability) dari suatu sistem, biasanya sistem operasi.
Setelah masuk ke dalam suatu komputer, worm memodifikasi beberapa pengaturan di sistem operasi agar tetap hidup. Minimal, ia memasukkan diri dalam proses boot suatu komputer. Lainnya, mungkin mematikan akses ke situs antivirus, menonaktifkan fitur keamanan di sistem dan tindakan lain.
Wabbit
Istilah ini mungkin asing, tapi memang ada malware tipe ini. Seperti worm, wabbit tidak membutuhkan suatu program dan dokumen untuk bersarang.
Tetapi berbeda dengan worm yang menyebarkan diri ke komputer lain menggunakan jaringan, wabbit menggandakan diri secara terus-menerus didalam sebuah komputer lokal dan hasil penggandaan itu akan menggerogoti sistem.
Kinerja komputer akan melambat karena wabbit memakan sumber data yang lumayan banyak. Selain memperlambat kinerja komputer karena penggunaan sumber daya itu, wabbit bisa deprogram untuk memiliki efek samping yang efeknya mirip dengan malware lain. Kombinasi-kombinasi malware seperti inilah yang bisa sangat berbahaya.
Keylogger
Hati-hati kalau berinternet di warnet. Bisa saja pada komputer di warnet itu diinstall suatu perangkat lunak yang dikenal dengan istilah keylogger yang mencatat semua tekanan tombol keyboard.
Catatan yang disimpan dalam suatu file yang bisa dilihat kemudian itu lengkap. Di dalamnya bisa terdapat informasi seperti aplikasi tempat penekanan tombol dilakukan dan waktu penekanan. Dengan cara ini, seseorang bisa mengetahui username, password dan berbagai informasi lain yang dimasukkan dengan cara pengetikan.
Pada tingkat yang lebih canggih, keylogger mengirimkan log yang biasanya berupa file teks itu ke seseorang. Tentu saja itu dilakukan tanpa sepengetahuan si korban. Pada tingkat ini pula keylogger bisa mengaktifkan diri ketika pengguna komputer melakukan tindakan tertentu.
Misalnya begini. Ketika pengguna komputer membuka situs e-banking, keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard di situs itu dengan harapan nomor PIN dapat dicatat.
Keylogger ini cukup berbahaya karena secanggih apa pun enkripsi yang diterapkan oleh suatu website, password tetap dapat diambil. Pasalnya, password itu diambil sebelum sempat dienkripsi oleh system. Jelas dong. Keylogger merekam sesaat setelah password diketikkan dan belum diproses oleh system.
Browser Hijacker
Browser hijacker mengarahkan browser yang seharusnya menampilkan situs yang sesuai dengan alamat yang dimasukkan ke situs lain.
Itu contoh paling parah dari gangguan yang disebabkan oleh browser hijacker. Contoh lain yang bisa dilakukan oleh pembajak ini adalah menambahkan bookmark, mengganti home page, serta mengubah pengaturan browser.
Bicara mengenai browser di sini boleh yakin 100% browser yang dibicarakan adalah internet explorer. Selain karena internet explorer adalah buatan Microsoft, raksasa penghasil perangkat lunak yang produknya sering dijadikan sasaran serangan cracker, internet explorer adalah browser yang paling banyak digunakan orang berinternet. Tak heran, internet explorer telah menyatu dengan Windows, sistem operasi milik Microsoft yang juga banyak diserbu oleh cracker.
Trojan Horse
Kuda Troya adalah malware yang seolah-olah merupakan program yang berguna, menghibur dan menyelamatkan, padahal di balik itu, ia merusak. Kuda ini bisa ditunggangi oleh malware lain seperti seperti virus, worm, spyware. Kuda Troya dapat digunakan untuk menyebarkan atau mengaktifkan mereka.
Spyware
Spyware adalah perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu.
Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account.
Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware.
Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini.
Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.
Backdoor
Sesuai namanya, ini ibarat lewat jalan pintas melalui pintu belakang.
Dengan melanggar prosedur, malware berusaha masuk ke dalam sistem untuk mengakses sumber daya serta file. Berdasarkan cara bekerja dan perilaku penyebarannya, backdoor dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama mirip dengan Kuda Troya. Mereka secara manual dimasukkan ke dalam suatu file program pada perangkat lunak dan kemudian ketika perangkat lunak itu diinstall, mereka menyebar. Grup yang kedua mirip dengan worm. Backdoor dalam grup ini dijalankan sebagai bagian dari proses boot.
Ratware adalah sebutan untuk backdoor yang mengubah komputer menjadi zombie yang mengirim spam. Backdoor lain mampu mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force untuk meng-crack password dan enkripsi., dan mendistribusikan serangan distributed denial of service.
Dialer
Andaikata komputer yang digunakan, tidak ada hujan atau badai, berusaha menghubungkan diri ke internet padahal tak ada satu pun perangkat lunak yang dijalankan membutuhkan koneksi, maka layaklah bercuriga. Komputer kemungkinan telah terjangkit oleh malware yang terkenal dengan istilah dialer.
Dialer menghubungkan computer ke internet guna mengirim kan informasi yang didapat oleh keylogger, spyware tahu malware lain ke si seseorang yang memang bertujuan demikian. Dia dan penyedia jasa teleponlah yang paling diuntungkan dengan dialer ini.
Exploit dan rootkit
Kedua perangkat ini bisa dibilang malware bisa pula tidak. Kenapa begitu? Penjelasannya kira-kira begini.
Exploit adalah perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan.
Memang ada badan peneliti yang bekerja sama dengan produsen perangkat lunak. Peneliti itu bertugas mencari kerapuhan dari sebuah perangkat lunak dan kalau mereka menemukannya, mereka melaporkan hasil temuan ke si produsen agar si produsen dapat mengambil tindakan.
Namun begitu exploit kadang menjadi bagian dari suatu malware yang bertugas menyerang kerapuhan keamanan.
Berbeda dengan exploit yang secara langsung menyerang system, rootkit tidak demikian. Rootkit dimasukkan ke dalam komputer oleh penyerang setelah computer berhasil diambil alih.
Rootkit berguna untuk menghapus jejak penyerangan, seperti menghapus log dan menyembunyikan proses malware itu sendiri. Rootkit juga bisa mengandung backdoor agar di hari depan nanti, si penyerang bisa kembali mengambil alih system.
Rootkit ini sulit di deteksi, pasalnya rootkit ditanam pada system operasi di level kernel, level inti sistem operasi.
Cara terbaik yang bisa diandalkan untuk mendeteksi ada tidaknya rootkit di komputer adalah dengan mematikan komputer dan boot ulang tidak dengan harddisk melainkan dengan media lain seperti CD-ROM atau disket USB. Rootkit yang tidak berjalan tak dapat bersembunyi dan kebanyakan antivirus dapat mengidentifikasikannya.
Produsen perangkat keamanan biasanya telah mengintegrasikan pendeteksi rootkit di produknya. Meskipun rootkit di menyembunyikan diri selama proses pemindaian berjalan, antivirus masih bisa mengenalinya. Juga bila rootkit menarik diri dari system untuk sementara, antivirus tetap dapat menemukannya dengan menggunakan deteksi “sidik jari” alias byte unik dari rootkit.
Rootkit memang cerdik. Dia bisa menganalisis proses-proses yang sedang berjalan. Andai ia mencurigai suatu proses sebagai tindak tanduk antivirus, ia bisa menyembunyikan diri. Ketika prose situ selesai, ia aktif kembali.
Ada beberapa program yang bisa dipakai untuk mendeteksi adanya rootkit pada system. Rootkit detector kit, chkrootkit dan Rkhunter adalah contoh yang bisa digunakan.
Sumber:http://januar.wordpress.com/2006/12/12/malware/
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Januari 2010
Minggu, 13 Desember 2009
Cara mencegah penularan virus!
Virus merupakan salah satu hal yang paling menakutkan bagi pengguna komputer. karena virus adalah program perusak yang dapat merusak program atau data di komputer yang terserang virus dan dapat pula menyebar ke komputer lainnya. tetapi dengan beberapa tips dan trik berikut komputer anda bisa kan lebih aman dari virus.yang pertama adalah untuk mencegah virus masuk dari flashdisk ke komputer:
Matikan Autorun Komputer dengan cara sbb:
masuk ke gpedit.msc dengan cara klik Start, pilih Run ketik gpedit.msc kemudian enter. selanjutnya buka Administrative Templates pada Computer Configuration dan user Configuration, buka folder System, selanjutnya cari settingan Turn Off Autoplay, double klik ganti settingannya jadi enabled, pilih all drivers klik OK. atau bisa juga mematikan Autorun lewat Regedit, yaitu dengan cara klik start, klik run ketik regedit, enter. HKEY CURRENT USER > Software > Microsoft > Windows > CurrentVersion > Policies > Explorer, double klik NoDriveAutoRun ganti nilainya menjadi ff. lakukan hal yang sama dengan HKEY_USER > DEFAULT (selanjutnya sama dengan HKEY_CURRENT_USER).
itu untuk melindungi agar komputer tidak kemasukkan virus, selanjutnya agar flashdisk yang tidak terserang virus dari komputer, berikut pengaturannya:
1. buat folder autorun.inf di flashdisk dan kemudian buat folder con didalamnya. upss, tidak bisa membuat folder con?? buka cmd (start, run, cmd) selanjutnya ketik md\\.\\G:\autorun.inf\con(Enter). anda bisa menambah folder unik lainnya dengan cara yang sama (folder unik lainnya: aux, nul). untuk menghapus folder tersebut ketik rd\\.\\G:\autorun.inf\con(Enter), upsss hampir lupa G:\ adalah letak dari flashdisk anda, jadi kalau flashdisk anda berada di drive F:\ maka ganti G:\ dengan F:\. tujuan dibuat folder ini adalah agar virus yang menyerang tidak dapat membuat file autorun.inf untuk virusnya. (teknik yang sama juga digunakan oleh antivirus SMADAV)
2. Buat file RECYCLER (tanpa Ekstensi). ini untuk mencegah folder RECYCLER yang digunakan oleh virus Conflicker masuk ke flashdisk.
3. Bikin Folder untuk menyimpan file cara tekan alt+7+7+7 ketik nama tekan alt+7+7+7 (maka sebelum nama folder akan muncul kotak, kotak tersebut jangan dihapus)
Thanks semoga sedikit penjelasan ini bisa bermanfaat.
diambil dari: http://dedesaputra07.blogspot.com/2009/12/cara-mencegah-virus-di-komputer-dan.html
Matikan Autorun Komputer dengan cara sbb:
masuk ke gpedit.msc dengan cara klik Start, pilih Run ketik gpedit.msc kemudian enter. selanjutnya buka Administrative Templates pada Computer Configuration dan user Configuration, buka folder System, selanjutnya cari settingan Turn Off Autoplay, double klik ganti settingannya jadi enabled, pilih all drivers klik OK. atau bisa juga mematikan Autorun lewat Regedit, yaitu dengan cara klik start, klik run ketik regedit, enter. HKEY CURRENT USER > Software > Microsoft > Windows > CurrentVersion > Policies > Explorer, double klik NoDriveAutoRun ganti nilainya menjadi ff. lakukan hal yang sama dengan HKEY_USER > DEFAULT (selanjutnya sama dengan HKEY_CURRENT_USER).
itu untuk melindungi agar komputer tidak kemasukkan virus, selanjutnya agar flashdisk yang tidak terserang virus dari komputer, berikut pengaturannya:
1. buat folder autorun.inf di flashdisk dan kemudian buat folder con didalamnya. upss, tidak bisa membuat folder con?? buka cmd (start, run, cmd) selanjutnya ketik md\\.\\G:\autorun.inf\con(Enter). anda bisa menambah folder unik lainnya dengan cara yang sama (folder unik lainnya: aux, nul). untuk menghapus folder tersebut ketik rd\\.\\G:\autorun.inf\con(Enter), upsss hampir lupa G:\ adalah letak dari flashdisk anda, jadi kalau flashdisk anda berada di drive F:\ maka ganti G:\ dengan F:\. tujuan dibuat folder ini adalah agar virus yang menyerang tidak dapat membuat file autorun.inf untuk virusnya. (teknik yang sama juga digunakan oleh antivirus SMADAV)
2. Buat file RECYCLER (tanpa Ekstensi). ini untuk mencegah folder RECYCLER yang digunakan oleh virus Conflicker masuk ke flashdisk.
3. Bikin Folder untuk menyimpan file cara tekan alt+7+7+7 ketik nama tekan alt+7+7+7 (maka sebelum nama folder akan muncul kotak, kotak tersebut jangan dihapus)
Thanks semoga sedikit penjelasan ini bisa bermanfaat.
diambil dari: http://dedesaputra07.blogspot.com/2009/12/cara-mencegah-virus-di-komputer-dan.html
Label:
Virus
Sabtu, 12 Desember 2009
Virus Bulu bebek
"7 Langkah Membersihkan Virus Donal Bebek"
Virus Donal Bebek dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic dan terdeteksi sebagai VbWorm.QXE. Salah satu ciri khas virus ini adalah mengandung kata “Bulu Bebek”.
Bulu Bebek menyembunyikan folder/subfolder pada flash disk dan membut file duplikat sesuai dengan nama folder/subfolder tersebut untuk mengelabui user. Untuk membersihkannya, simak langkah berikut ini:
1. Sebaiknya putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan (jika terhubung ke Local Are Network/LAN).
2. Disable “System Restore” untuk sementara selama proses pembersihan berlangsung (jika menggunakan Windows ME/XP).
jika belum tahu cara men-disable silahkan baca dulu artikel yang Ini Lohh...
3. Matikan proses virus yang sedang aktif di memori, untuk mematikan proses virus ini gunakan tools pengganti taks manager seperti procexp, kemudian matikan proses virus yang mempunyai icon “Folder”.
4. Repair registry Windows yang sudah diubah oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut salin script dibawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama repair.inf. Jalankan file tersebut dengan cara:
* Klik kanan repair.inf
* Klik Install
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”reg edit.exe “%1″”
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\SuperHidden, UncheckedValue,0×00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Command Processor, AutoRun,0,
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL, CheckedValue, 0×00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL, DefaultValue, 0×00010001,2
HKCU, Software\Microsoft\Command Processor, AutoRun,0,
[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \System, DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NOFind
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NORun
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \WinOldApp
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PAYXX.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\HideFileExt
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\ShowFullPath
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\ShowFullPathAddress
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\SuperHidden
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \System, DisableRegistryTools
5. Cari dan hapus file duplikat yang dibuat oleh virus. Untuk mempercepat proses pencarian sebaiknya gunakan fungsi “Search Windows” dengan terlebih dahulu menampilkan file yang disembunyikan.
Jika Folder Option belum muncul, sebaiknya LogOff komputer terlebih dahulu kemudian tampilkan file yang tersembunyi. Setelah file duplikat ditemukan, hapus file yang mempunyai ciri-ciri:
* Menggunakan icon Folder
* Ukuran file 53 KB
* Ekstensi EXE
* Type File “Application”
6. Tampilkan kembali file/folder pada Flash Disk yang sudah disembunyikan. Untuk menampilkan file yang disembunyikan, Anda dapat menggunakan bebarapa tools alternatif seperti Batch File Utility atau dengan menggunakan perintah ATTRIB.
Berikut cara menampilkan file/folder yang disembunyikan dengan menggunakan ATTRIB:
* Klik “Start”
* Klik “Run”
* Ketik “CMD”, kemudian tekan tombol “Enter”
* Pindahkan posisi kursor ke drive Flash Disk
* Kemudian ketik perintah ATTRIB –s –h –r /s /d kemudian tekan tombol “enter”
7. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang scan, dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini.
Sumber : Detikinet.com
Virus Donal Bebek dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic dan terdeteksi sebagai VbWorm.QXE. Salah satu ciri khas virus ini adalah mengandung kata “Bulu Bebek”.
Bulu Bebek menyembunyikan folder/subfolder pada flash disk dan membut file duplikat sesuai dengan nama folder/subfolder tersebut untuk mengelabui user. Untuk membersihkannya, simak langkah berikut ini:
1. Sebaiknya putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan (jika terhubung ke Local Are Network/LAN).
2. Disable “System Restore” untuk sementara selama proses pembersihan berlangsung (jika menggunakan Windows ME/XP).
jika belum tahu cara men-disable silahkan baca dulu artikel yang Ini Lohh...
3. Matikan proses virus yang sedang aktif di memori, untuk mematikan proses virus ini gunakan tools pengganti taks manager seperti procexp, kemudian matikan proses virus yang mempunyai icon “Folder”.
4. Repair registry Windows yang sudah diubah oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut salin script dibawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama repair.inf. Jalankan file tersebut dengan cara:
* Klik kanan repair.inf
* Klik Install
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”reg edit.exe “%1″”
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”"”% 1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\SuperHidden, UncheckedValue,0×00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Command Processor, AutoRun,0,
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL, CheckedValue, 0×00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL, DefaultValue, 0×00010001,2
HKCU, Software\Microsoft\Command Processor, AutoRun,0,
[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \System, DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NOFind
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NORun
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \WinOldApp
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PAYXX.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\HideFileExt
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\ShowFullPath
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\ShowFullPathAddress
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer \Advanced\Folder\Hidden\SuperHidden
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies \System, DisableRegistryTools
5. Cari dan hapus file duplikat yang dibuat oleh virus. Untuk mempercepat proses pencarian sebaiknya gunakan fungsi “Search Windows” dengan terlebih dahulu menampilkan file yang disembunyikan.
Jika Folder Option belum muncul, sebaiknya LogOff komputer terlebih dahulu kemudian tampilkan file yang tersembunyi. Setelah file duplikat ditemukan, hapus file yang mempunyai ciri-ciri:
* Menggunakan icon Folder
* Ukuran file 53 KB
* Ekstensi EXE
* Type File “Application”
6. Tampilkan kembali file/folder pada Flash Disk yang sudah disembunyikan. Untuk menampilkan file yang disembunyikan, Anda dapat menggunakan bebarapa tools alternatif seperti Batch File Utility atau dengan menggunakan perintah ATTRIB.
Berikut cara menampilkan file/folder yang disembunyikan dengan menggunakan ATTRIB:
* Klik “Start”
* Klik “Run”
* Ketik “CMD”, kemudian tekan tombol “Enter”
* Pindahkan posisi kursor ke drive Flash Disk
* Kemudian ketik perintah ATTRIB –s –h –r /s /d kemudian tekan tombol “enter”
7. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang scan, dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini.
Sumber : Detikinet.com
Label:
Virus
Langganan:
Postingan (Atom)